Psychology Capital dengan Motivasi
Motivasi
Hal
yang penting saat ingi memulai untuk bekerja ataupun untuk bekerja dilingkungan
yang baru menurut Derli Fahlevi adalah motivasi, ia menyatakan bahwa motivasi
adalah hal yang paling penting untuk memulai sesuatu pekerjaan yang baru yang
diluar dari zona nyaman kita. Misalnya ketika kita sebelumnya bekerja menjadi marketing dan
kemudian dipindahkan kebagian HR yang sebelumnya kita tidak pernah memiliki
pengalaman di bidang tersebut maka menurut Derli Fahlevi hal yang harus
dimiliki agar kita dapat bertahan dan pekerja dengan baik adalah motivasi. Motivasi
itu sendiri menurut Hamalik (1992) merupakan perubahan energi dalam diri atau
pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk
mencapai tujuan, sedangkan menurut Morgan (2002) menjelaskan motivasi sebagai
kekuatan yang mengendalikan dan menggerakan seseorang untuk melakukan tindakan
atau perilaku yang diarahkan pada tujuan tertentu. Dari penjabaran diatas dapat
dipahami bahwa motivasi sebagai kekuatan awal saat memulai sesuatu hal baru
agar seseorang tetap konsisten dengan mencapai tujuanya, tidak terganggu dengan
rasa takut, dan rasa tidak mampu melakukan hal baru tersebut karena dengan
motivasi yang tinggi kita akan terus mengingat apa tujuan kita.
Hal
diatas dikaitkan dengan psychology capital, menurut Luthans (2007) psycap
adalah kondisi perkembangan positif seseorang yang memiliki 4 dimensi yaitu self-efficacy, optimism, hope, resiliency. jika
dikaitkan dengan pemaparan sebelumnya yaitu motivasi sebagai kekutan untuk
mencapai tujuan motivasi tersebut dapat dikembangkan dengan 4 dimensi dalam psycap.
Dimana seseorang yang baru memasuka kedalam bidang pekerjaan yang baru tidak
cukup dengan motivasi saja namun ia juga harus memiliki:
- a. self-efficacy dimana menurut Baron dan Byrne sel-efficacy merupakan penilaian individu terhadap kemampuan dan kompetensi untuk melakukan suatu tugas, mencapai suatu tujuan dan menghasilkan sesuatu, tanpa keyakinan bahwa kita bisa melakukan suatu hal motivasi tidak akan berjalan dengan baik bahkan tidak akan berjalan karena dengan keyakinan kita memiliki keberanian untuk memulainya.
- b. Hope, menurut C Rick Snyder hope digunakan sebagai keadaan psikologis positif yang didasarkan pada kesadaran yang saling mempengaruhi antara agency ( energy untuk mencapai tujuan) dengan path ways (perencanaan untuk mencapai tujuan). Kembali lagi ketika kita telah memiliki motivassi sebagai kekuatan kita untuk memulai kemudian self-efficacy sebagai keyakinan kita untuk memulai hal tersebut ditambah lagi dengan hope yang menggabungkan motivasi tersebut dengan perencanaan untuk mencapai tujuannya.
- c. Optimism, ketika sudah memiliki motivasi, self-efficacy dan hope maka seseorang yang baru memulai untuk bekerja atau memulai pekerjaan diluar bidang dia sebelumnya maka individu tersebut sudah terbentu optimismnya. Optimis sendiri adalah sebuah sikap atau pandangan positif seseorang terhadap suatu hal yang digambarkan dengan ciri ciri keyakinan kuat dan adanya harapan dan percaya diri akan sebuah hasil dari tujuan.
- d. Resiliency, adalah kemampuan individu dalam mengatasi tantangan hidup atau kemampuan untuk dapat mengatasi dan bertahan dari permasalah – permasalahan yang dialami. Ketika bekerja apalagi dibidang yang belum pernah kita ketahui sebelmnya pasti banyak masalah yang ada dan banyak hambatan yang akan mengganggu hal-hal yang sudah kita bentuk untuk mencapai tujuan. Maka dibutuhkan resiliency agar ketika ditimpa masalah seberat apapun individu akan tetap bertahan dan dapat menyelesaikannya.
Dari
pemaparan diatas dapat disimpulkan bahwa seseorang untuk mencapai tujuannya
bukan saja dengan motivasi namun juga harus memiliki ke empat dimensi dari
psycap agar motivasi tersebut dapat terealisasi dengan baik dan mencapai dengan
tujuannya.
Masukan
lain dari Derli Fahlevi adalah ketika kita baru mau masuk ke suatu perusahaan
maka sebelum dilakukan tes wawancara kita harus sudah memahami visi, misi,
strategi, dan values dari perusahaan tersebut, Agar ketika diwawancara kita
sudah memiliki nilai yang sama dengan perusahaan tersebut. Hal ini juga
meminimalisir kemungkinan adanya ketidak cocokan kita terhadap perusahaan
tersebut. Selain itu jika kita sudah masuk ke dalam perusahaan tersebut hal
lain yang harus kita perhatikan adalah perjanjian kerja yang ada.
Hal
lain yang diberikan oleh Derli fahlevi adalah bagaimana kita dalam bekerja itu
harus fokus seperti lebah, dimana ketika bekerja kita harus fokus terhadap satu
tujuannya seperti lebah ketika mencari hektar ketika keluar sarang untuk
mencari hektar dia hanya akan untuk mencari hektar dan kemudian kembali. Begitupun
dengan manusia ketika memiliki satu tujuan harus fokus untuk mencapai tujuan
tersebut ketika bekerja fokus pada pekerjaanya.
Referensi
http://www.definisi-pengertian.com/2016/01/pengertian-motivasi-definisi-menurut-ahli.html
http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-pesimis-dan-optimis/
Komentar
Posting Komentar